Pulau Komodo, The Real "Wonderful Indonesia"

Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Kalong, Pantai Pink, dan semua tempat-tempat yang kami datangi benar-benar mencerminkan keindahan alam Indonesia

Taman Nasional Baluran

Salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur

Menjelajahi Tanah Air Beta

"...Walaupun banyak negeri kujalani Yang masyur permai dikata orang, Tetapi kampung dan rumahku Di sanalah ku merasa senang Tanahku tak kulupakan Engkau kubanggakan ...".

3000 km Jelajah Daratan Sulawesi

Perjalanan ribuan kilometer dengan melewati seluruh propinsi di Sulawesi memang sulit untuk ditolak. Rasanya ini akan menjadi petualangan yang paling jauh yang pernah dilakukan.

Mengunjungi Habitat Orangutan di Taman Nasional Sebangau

Tidak mudah untuk menemukan keberadaan orangutan tersebut. Kita harus sabar menunggu mereka keluar untuk beraktifitas.

Showing posts with label Aceh. Show all posts
Showing posts with label Aceh. Show all posts

Sunday, February 19, 2017

Mengunjungi Tugu Perbatasan RI di Sabang dan Merauke by Arievrahman

"Indonesia, dengan ribuan pulau dan jutaan keindahannya, adalah sebuah negara yang tak akan habis dijelajahi seumur hidup. Kalau bukan sekarang, lalu kapan lagi? "- Arievrahman

Legenda mengatakan, ada sepasang tugu kembar di ujung-ujung Indonesia, yang satu di Sabang; satunya di Merauke, yang mana keduanya dipisahkan oleh ribuan pulau-pulau yang menyambung menjadi satu, Indonesia. Sabang terletak di ujung barat Indonesia pada provinsi Daerah Istimewa Aceh, sementara Merauke terletak di ujung timur Indonesia pada provinsi Daerah Khusus Papua. Dua daerah yang mengapit 32 provinsi lainnya di Indonesia


Namun tak ada yang mengatakan, bahwa perjuangan untuk menemukan kedua tugu itu tak sesingkat lagu yang digubah oleh R. Suharjo, sebuah lagu perjuangan berjudul Dari Sabang sampai Merauke.



Saturday, January 2, 2016

Cerita Menarik dari Masjid Baiturrahman


Ada satu cerita menarik ketika saya dan dua kawan seperjalanan mengunjungi Masjid Baiturrahman di Banda Aceh. Begitu banyak cerita seputar masjid ini ketika diterjang tsunami pada Desember 2004 lalu. Bapak sopir bentor yang saya naiki bercerita bahwa ia melihat masjid terlihat mengapung ketika air menerjang, padahal ketinggian air sudah mencapai 4 meter, namun air hanya sampai pelatarannya saja. Masjid yang menjadi landmark Kota Banda Aceh masih terlihat gagah dan berdiri tegak walau diterjang bencana tsunami tersebut.

Ketika akan berkunjung ke masjid ini saya sudah memberitahu teman bahwa jika akan masuk harus berpakaian sopan, minimal menggunakan celana panjang. Namun teman saya nekat menggunakan celana pendek kesukaannya. Dan akhirnya kejadian, teman saya yang menggunakan jaket hitam dan celana pendek selutut ditegur oleh petugas masjid. "Hei baju merah." ucapnya kepada Bram, teman saya. Padahal Bram saat itu menggunakan jaket hitam, namun  didalamnya dia menggunakan kaos berwarna..... merah!

Berbeda lagi dengan Dian, teman saya satu lagi. Dian memang menggunakan kerudung seadanya, yang hanya dililitkan dikepalanya, kadang rambutnya yang hitam terlihat. Selain itu Dian juga menggunakan celana jeans ketat yang memperlihatkan bentuk tubuhnya. Tidak ada yang menegur Dian, tidak ada yang menebak daleman Dian. Tapi ketika dia akan memotret Masjid Baiturrahman tiba-tiba kameranya ngadat. Tidak bisa dinyalakan, padahal kamera tersebut terbilang baru. Mati total. Kami dibuat bingung saat itu. Ketika tiba di hotel langsung di charge curiga habis batere. Namun tetap kameranya mati.

Singkat cerita kita akan kembali ke Jakarta. Semua sudah ada didalam pesawat dan tinggal landas meninggalkan Banda Aceh. Dan ketika Dian mengutak-ngatik kameranya tiba-tiba hidup kembali! Wallahualam Bisawwab.

Saturday, January 10, 2015

NANGROE ACEH DARUSSALAM

Thursday, May 29, 2014

Tugu Kilometer Nol : Dari Sini Indonesia Di Mulai

Untuk mencapai tugu ini diperlukan 40 menit dari Pelabuhan Sabang, Pulau Weh dengan jarak 32 km. Melewati jalan yang berliku, naik dan turun bukit. Perlu ekstra hati-hati 8 km terakhir karena jalannya sempit hanya selebar 5 meter. Transportasi dapat menggunakan kendaraan umum dengan tarif Rp 50.000,- per orang atau sewa kendaraan Rp 350.000 per hari.


Friday, November 2, 2012

Arung Jeram di Sungai Alas dengan Guide Seorang Bule

Namanya Abdul Halim, seorang bule asal Jerman yang sudah 18 tahun tinggal di Indonesia. Dia adalah guru Kayak Dian Ekawati,  anggota tim Sumatera1. Dia lah yang menjemput kami di bandara dan...


Dari Bandara Polonia kami dibawa ke rumahnya, diajak menginap ditempatnya dan mempersiapkan kendaraan yang akan membawa kami ke Kutacane dimana kami akan ber arung jeram di Sungai Alas.

Mas Halim, begitu ia dipanggil, seperti sudah mengenal betul kondisi Sungai Alas, dia memberi informasi begitu detail, seperti seorang guide dan kami adalah pengunjungnya.

Shalat Jumat di Mesjid Asal Gayo Lues yang Berusia 800 Tahun


Mesjid Asal diperkirakan didirikan tahun 1411 berada di Desa Penampaan, Blangkejeren, Gayo Lues. Mesjid ini merupakan mesjid pertama yang didirikan di Aceh oleh para syech dalam menyebarkan agama Islam beberapa abad...


Keunikan dari mesjid ini adalah terbuat dari tanah liat, dengan ukuran asli 20 x 20 meter persegi dengan lantai tanah. Struktur utama terdiri dari 16 buah tiang penyangga dari kayu dan atap terbuat dari ijuk. Beberapa waktu lalu Mesjid Asal ini sudah diperluas, namun mesjid yang asli tetap dipertahankan.

Cerita Sedih dari Meulaboh

Saat singgah di Meulaboh kami menginap di rumah penduduk. Dan cerita tentang tsunami 7 tahun silam masih melekat dalam ingatannya. Sebuah cerita sedih kembali terungkap. Teristimewa mendapat cerita langsung dari sumbernya


Minggu, 26 Desember 2004 adalah hari yang tidak terlupakan bagi Teuku Baharuddin dan Cut Leni. Tepat pukul 08.00 WIB gempa besar melanda Meulaboh dan wilayah Aceh lainnya. Baharuddin dan Leni dan ketiga anaknya yang rumahnya tepat di tepi pantai Meulaboh segera bergegas meninggalkan rumah. Lalu 5 menit kemudian gelombang tsunami yang digambarkan Baharuddin seperti ular raksasa bersisik datang dan meratakan semua yang dilewatinya.

Bentor: Kendaraan Roda Tiga Andalan Daerah Sumatera

Bentor atau Becak Motor adalah sepeda motor yang di sebelah kirinya di pasang tempat duduk untuk penumpang. Kendaraan 3 roda ini menjadi kendaraan andalan di wilayah sumatera yang berbukit-bukit.

Sejak dari Jambi hingga Aceh kendaraan yang satu ini kerap ditemui di sepanjang jalan. Bentor menjadi kendaraan alternatif dibandingkan dengan angkot atau ojek. Kadang di wilayah tertentu untuk menemukan angkot agak sulit, sedangkan ojeg hanya memuat satu penumpang. Jadi, adanya Bentor ini sangat membantu masyarakat.

Museum Tsunami Aceh: Rumoh Aceh as Escape Hill

Museum ini bukan hanya mengenang tragedi tsunami tanggal 26 Desember 2004 tapi berfungsi juga sebagai pendidikan bagi generasi muda tentang antisipasi bencana dan tempat evakuasi yang memadai jika terjadi peristiwa serupa.


Museum yang terletak di jantung Kota Banda Aceh tepatnya di Jalan Sultan Iskandar Muda ini diresmikan pada tahun 23 Februari 2008 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Berfungsi sebagai objek sejarah dan pusat penelitian tentang tsunami, simbol kekuatan masyarakat Aceh menghadapi bencana tsunami dan sebagai warisan kepada generasi mendatang bahwa disini pernah terjadi bencana tsunami.

Menyelami Dasar Laut Iboih (Pulau Weh)

Setelah berhasil mengibarkan bendera Aku Cinta Indonesia di Puncak Gunung Kerinci beberapa waktu lalu kini kami mencoba mengibarkan bendera tersebut di dasar laut Sabang, Pulau Weh-pulau paling barat Indonesia


Kami menginap di kawasan wisata Iboih-Sabang, tepatnya di Iboih Inn atas rekomendasi seorang teman. Walaupun, perlu berjalan sekitar 200 meter dari tempat parkir tapi setelah sampai di lokasi tempatnya sangat luar biasa, berada di tepi pantai dan menghadap langsung ke Pulau Rubiah, salah satu pulau indah di daerah ini.
Dengan tarif Rp250.000,00 per malam akhirnya kami putuskan untuk menginap disini. Selain tempat yang nyaman di sini juga ada jaringan wi-fi sehingga memudahkan untuk ber internet-ria.