Pulau Komodo, The Real "Wonderful Indonesia"

Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Kalong, Pantai Pink, dan semua tempat-tempat yang kami datangi benar-benar mencerminkan keindahan alam Indonesia

Taman Nasional Baluran

Salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur

Menjelajahi Tanah Air Beta

"...Walaupun banyak negeri kujalani Yang masyur permai dikata orang, Tetapi kampung dan rumahku Di sanalah ku merasa senang Tanahku tak kulupakan Engkau kubanggakan ...".

3000 km Jelajah Daratan Sulawesi

Perjalanan ribuan kilometer dengan melewati seluruh propinsi di Sulawesi memang sulit untuk ditolak. Rasanya ini akan menjadi petualangan yang paling jauh yang pernah dilakukan.

Mengunjungi Habitat Orangutan di Taman Nasional Sebangau

Tidak mudah untuk menemukan keberadaan orangutan tersebut. Kita harus sabar menunggu mereka keluar untuk beraktifitas.

Showing posts with label Banten. Show all posts
Showing posts with label Banten. Show all posts

Monday, February 25, 2019

Tebing Koja by Mer Dha

Sebetulnya saya ga ada rencana mau ke tempat ini. Tujuan saya sih cuma liat-liat Stasiun Cisauk aja, trus kembali pulang. Nah saya sempet liat ada postingan teman tentang Tebing Koja, dan iseng saya coba cek di Google Map ternyata lokasinya masih di sekitar Tangerang tapi berbatasan dengan Kab. Lebak. - Mer Dha



Saya cek stasiun terdekat dengan lokasi Tebing Koja tersebut adalah Stasiun Maja. Mumpung masih di wilayah Tangerang, saya langsung aja cusss melanjutkan perjalanan naik kereta ke Stasiun Maja dengan waktu tempuh 45 menit melalui 7 Stasiun. Ternyata Stasiun Maja juga lumayan bagus dan bersih, pokoknya keren lah.
Keluar dari stasiun saya disambut layaknya tamu kehormatan oleh orang-orang di luar stasiun. Mereka berteriak antusias kepada saya : "Ojek pak... Ojeknya Pak.". Bangga... Terharu... karena disambut di daerah yang belum saya kenal. Hehehe...
Pilihan untuk ke lokasi yang paling mudah dan cepat adalah menggunakan Ojek. Cuma di sana belum ada Ojek Onlen, jadi masih menggunakan ojek konvensional. Saya naik ojek ke lokasi ditempuh selama 30 menit dengan ongkos 25 ribu sekali jalan. Ternyata Stasiun Maja itu masuk ke wilayah Kabuaten Lebak, sedangkan Tebing Koja berada di wilayah Kabupaten Tangerang, tepatnya Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.
Jadi perjalanan saya dengan ojek melintasi perbatasan kabupaten di sebuah jembatan yang melintasi Sungai Panunggulan (menurut si mamang ojeknya), cek video. Kemudian masuk ke jalan kampung yaitu Desa Gegunungan.Ada 3 Desa yang saya lalui, kenapa saya tau lewati 3 desa? Karena ciri khas batas desa itu adalah ada 10-15 meter jalanan yang tidak dicor. Biasalah, klu di border line suka ga jelas urusannya. Btw, jalanan desanya ok lho... dicor semua, padahal dipelosok. Kata mamang ojeknya sudah hampir setahun dicor menggunakan dana desa. Wuiiih mantap lah, pembangunan merata sampe desa.
Akhirnya saya sampe lokasi, tempat parkirannya sih lumayan cukup luas. Selanjutnya saya masuk ke lokasi dengan membayar tiket sebesar 5 ribu saja. Kita jalan 50 meter dah sampe di titik atau spot foto. Di spot foto ada warung dan saya berkenalan dengan pemiliknya yaitu Kang Yudi, dan akhirnya dia banyak bantu saya foto-foto. Bagus-bagus hasil foto nya, karena mungkin sudah terbiasa bantu foto tamu-tamu yang datang.

Untuk ke lokasi ini menggunakan mobil, bisa melalui Tol Jakarta-Merak dan keluar di Balaraja. Kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Cisoka atau Maja. Sebelum SMP 2 Solear ada pertigaan dan belok ke arah kanan, kemudian luruuuus aja ikutin jalan sambil tanya-tanya ama warga setempat biar ga nyasar. Jalannya coran tapi cukup satu mobil, jadi klu ada mobil dari arah depan bisa dicari ruang yang agak besar untuk melipir.
Oya, sebelum Tebing Koja ada obyek wisata kecil dan buatan yaitu Rumah Liliput (maaf ga sempat kefoto). Sering dimanfaatkan untuk foto-foto juga termasuk foto prewed.
Nanti kalau ke sana, cobain naik perahu (bayar lagi) dan foto di spot-spot yang lain, terutama di bagian bawah. Disarankan datang ke sana hari biasa karena ga rame, nah klu wiken disarankan Sabtu pagi, karena siang dikit dah rame. Klu Minggu apalagi, ramae banget.
Dah gitu aja...

Photo and content by Mer Dha

Saturday, February 15, 2014

Sawarna, Surga Tersembunyi di Ujung Banten

Tepat jam 08:30 tim berangkat menuju destinasi pertama yaitu Desa Sawarna yang berada di wilayah Bayah, Banten. Untuk menghemat waktu, kami tidak melalui jalur Ciawi yang sering macet, namun kami memotong jalan via Jalan Cipaku Bogor hingga tembus di daerah Cihideung, sesudah Lido. Memang sih jalannya jadi sedikit curam dan berliku, namun Terios TX yang kami gunakan dapat melibas medan dengan mudah. Dari Cihideung kemudian menggunakan jalan alternatif lagi kemudian muncul di Parungkuda. Dari situ kami juga menggunakan jalur alternatif lagi melalui Cikidang yang melewati Sungai Citarik yang terkenal dengan arung jeram-nya. Kurang lebih satu jam melewati kawasan perkebunan dan hutan kami sudah tiba di Palabuhanratu tepat jam 12:00 sesuai dengan rencana. Jadi pas banget dengan waktunya makan siang yang kali ini diadakan di sebuah rumah makan tepat berada di tepi pantai.


Di daerah Cikidang menjelang Palabuhanratu
Di daerah Cikidang menjelang Palabuhanratu

Friday, November 2, 2012

Bertemu "Badak" di Ujung Kulon


Dalam rangka program "Dukung Pelestarian Badak Jawa" WWF (World Wildlife Fund) Indonesia mengadakan trip bersama media dan bloggers ke Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Beruntung saya terpilih menjadi salah satu blogger yang ikut berangkat mengunjungi rumah sang "Badak Jawa".

Jumat malam (15-Juni-2012) kami semua sudah berkumpul di kantor WWF Indonesia. Sejumlah jurnalis media dan bloggers siap menjelajah dan beberapa dari kami inilah pertama kali mengunjungi TNUK termasuk saya :)
Perjalanan menuju TNUK di tempuh dalam waktu 7 jam. Dari Jakarta kami berangkat pukul 7 malam melalui jalan tol Merak dan keluar dari Serang Timur, dilanjut melalui Pandeglang, Labuan, Sumur dan akhirnya tiba di Villa Cinibung jam 2 pagi.


Eksplorasi Kawasan Tanjung Lesung




Entah mimpi apa semalam saat saya ditawari untuk melakukan trip perjalanan wisata ke Tanjung Lesung, Banten selama 3 hari 2 malam. Tidak perlu berpikir panjang saya langsung menyetujui tawaran ini, urusan cuti bisa diatur.  Dan yang lebih gila lagi ternyata kita berangkat bersama Trinity. Siapa yang tidak kenal dia? bagi kalangan traveler tentu tidak akan asing lagi. Selain itu juga ada Barry Kusuma seorang fotografer yang sudah menjelajah keliling Indonesia mengunjungi alam dan budaya nusantara yang sangat beragam. Lalu ada Rini Raharjanti, seorang traveler yang sudah menerbitkan buku backpacker-nya di India dan Selandia Baru. Ada juga Murni yang mengelola situs traveling indohoy.com dan Veny seorang pecinta traveling yang rela resign hanya untuk mengejar passion-nya.


Pulau Peucang : Mahakarya di Ujung Barat Pulau Jawa


Hari ini rencananya akan menjelajahi Pulau Peucang. Jam 7 pagi kita semua sudah siap di dermaga Beach Club. Pak Cecep yang menjadi tour guide mengatakan cuaca agak kurang bagus. Ombak diperkirakan mencapai 1,5-2 meter. Dengan demikian perjalanan akan terhambat menjadi sekitar 3 jam.

Tepat jam 07:30 perjalanan dimulai, 30 menit pertama ombak masih bersahabat, namun menit berikutnya apa yang ucapkan oleh Pak Cecep terbukti. Cuaca kurang bagus adalah bahasa lembut dari kata cuaca buruk.  Speedboat yang menggunakan mesin 2 x 60PK terombang-ambing dihempas ombak, angin dari arah selatan (Pulau Jawa) membuat speedboat menjadi semacam memutar ke luar pulau, bahkan saking kencangnya, bendera yang berkibar diatas speedboat pun arahnya bukan ke belakang kapal seperti biasanya, tetapi ke arah kanan, saking kuatnya angin tersebut.