Tuesday, January 27, 2015
Monday, January 12, 2015
Saturday, January 10, 2015
Menjelajahi Tanah Air Beta
Bersyukur sudah pernah mengunjungi beberapa tempat di Indonesia. Termasuk menikmati destinasi wisata, kuliner khas dan kekayaan budaya. Seumur hidup saya pasti tidak akan semua tempat bisa saya singgahi, namun sebisa mungkin saya bisa mengunjungi tempat-tempat indah itu sebanyak mungkin. Awal masuk kerja saya ditugaskan di Papua. Sebagai pegawai baru ibaratnya saya dibuang terlebih dahulu untuk menimba pengalaman di wilayah yang terpencil. Namun berkah bagi saya. Bisa mengelilingi Papua dengan gratis. Ongkos kesana amat sangat mahal, kemana-mana juga harus naik pesawat. Termasuk biaya hidup. Namun semua itu terbayar dengan menikmati keindahan alam disana. Keramahan penduduk dan kekayaan budaya setempat. Mulai dari Jayapura, Biak, Timika, Nabire, Mulia, Fakfak, Sorong, Manokwari, sudah pernah saya singgahi. Benar kata orang, disana memang "Tanah Surga". Hingga pada suatu saat saya harus kembali ke Jakarta, saya nekat menukar tiket pesawat dengan tiket kapal laut.
Saya ingin mengunjungi tempat-tempat yang dilewati jalur kapal tersebut. Kapal Laut Ciremai akan berlayar dari Jayapura hingga Jakarta selama 7 hari. Dan benar saja, saat itu saya sangat menikmati perjalanan tersebut. Berlabuh di Ambon, Menikmati Gunung Gamalama di Ternate, Menyantap bubur Manado di Bitung, Menyaksikan anak-anak yang menyelam mengejar koin yang dilempar penumpang di Bau-bau dan Banggai, makan Coto Makassar, hingga terakhir berlabuh di Jakarta. Sungguh suatu pengalaman yang sangat berharga dan tidak akan pernah terlupakan.
Dikapal tersebut juga saya berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai suku dan semuanya sangat baik dan ramah. Jemmy dari Biak. Thomas dari Ambon. Andi dari Makassar dan Beatrik dari Manado. Saya masih ingat ketika kita sama-sama di dek kapal menyanyikan lagu shio mama yang dinyanyikan Thomas dengan amat indah. Di mana ya mereka sekarang? Bukan kebetulan tugas berikutnya saya bisa menjelajahi kalimantan. Menjelajahi Banjarmasin, Tanah Bumbu hingga Pulau Laut yang terkenal dengan lagu "...Kotabaru gunungnya bamega (berawan)...". Menyusuri Sungai Mahakam dari hulu di Kota Bangun - Kutai Kartanegara hingga ke hilir di daerah Tabang tempat di mana suku dayak masih berada.
Perlu waktu 8 jam untuk mencapai kesana dengan biaya sewa speedboat sebesar Rp 8 Juta, masih di atas harga tiket pesawat kemana pun di Indonesia. Sempat juga menikmati keindahan Jembatan Kutai Kartanegara di Tenggarong yang kini tinggal kenangan. Juga bisa mengunjungi beberapa kota di Sulawesi seperti Manado, Gorontalo dan Makassar. Semua pengalaman tersebut saya tulis sebagai jurnal di blog ini. Hingga akhirnya saya terpilih menjadi salah satu peserta yang hadiahnya bisa berkeliling ke beberapa tempat wisata di Indonesia.
Beruntung saya mendapat tugas mengunjungi wilayah Sumatera yang belum pernah saya kunjungi. Selama 21 hari melintasi 4 provinsi. Mendaki Gunung Kerinci di Jambi, surfing di Nias, arung jeram di Sungai Alas hingga menginjakkan kaki di KM Nol Indonesia di Pulau Weh, pulau paling barat di Indonesia. Di sinilah Indonesia dimulai. Saat menginjakkan kaki di tugu KM Nol tersebut tidak kuasa saya menahan air mata haru, sebelum ajal menjemput, saya sudah pernah menginjakkan kaki di sini. Sungguh, alam Indonesia sangat luar biasa. Indahnya. Banyaknya. Kaya budayanya. Adat istiadatnya. Sangat-sangat luar biasa. Saya pernah juga mendapat tugas beberapa kali keluar negeri dan melihat beberapa tempat wisata di sana, namun satu yang tidak bisa mereka lakukan yaitu keramahtamahan orang Indonesia.
Hospitality orang Indonesia nomor 1 di dunia. Coba tanyakan sama bule-bule yang kamu temui di tempat wisata. Saya jadi ingat syair lagu "Tanah Airku" yang sangat saya sukai : "...Walaupun banyak negeri kujalani Yang masyur permai dikata orang, Tetapi kampung dan rumahku Di sanalah ku merasa senang Tanahku tak kulupakan Engkau kubanggakan ..." Kadang saya suka merinding jika mendengar lagu yang sangat menggambarkan ikatan emosional antara manusia dan tanah airnya. Ibu Soed pasti menangis saat menciptakan lagu ini.
Semoga blog ini dapat bermanfaat untuk para pembaca semua.
Wednesday, October 22, 2014
[Terios 7 Wonders] : Testimoni Amazing Celebes Heritage
Malam terakhir ekspedisi Terios 7 Wonders kami menginap di Patuno Resort Beach yang berada di Wanci, Pulau Wangiwangi. Lokasinya sangat ideal yaitu berada di bibir pantai lokasi terumbu karang sebagai tempat menyelam dan snorkeling yang mengagumkan serta dapat melihat pemandangan matahari terbenam dan matahari terbit. Selain itu lokasi ini juga dekat dengan Bandara Matahora. Dan ketika memasuki resort yang berbentuk rumah panggung dari kayu, rasanya langsung ingin menjatuhkan diri di kasur yang begitu nyaman. Belum lagi ketika kaki melangkah ke balkon terhampar pemandangan pantai yang begitu indah. Ternyata dalam satu resort ada 2 kamar. Dan ketika saya menengok ke kamar tersebut, terlihat seorang wanita muda bule yang sepertinya baru saja selesai mandi tanpa sehelai benangpun. *matabelo* Buru-buru saya berbalik arah sebelum dia berteriak ketakutan :)
Tuesday, October 21, 2014
Terios 7 Wonders : [Day-11] Galeri Photo Taman Laut Wakatobi
| Ikan karang sedang bercengrama dengan ikan kecil di sekitar taman laut |
Hanya memerlukan sekitar 10 menit dari Dermaga Tomia kita sudah sampai di lokasi tujuan. Jam masih menunjukkan pukul 8 pagi. Dokter Yudi menjelaskan bahwa Alley Reef adalah tempat yang berbentuk seperti gunung namun memanjang, kadang ada arus yang cukup deras di kedua sisinya. Namun kelebihan dari adanya arus ini adalah banyak ikan yang ada disekitarnya. Jadi jika tidak ada arus, dapat dipastikan ikannya juga hanya sedikit.
Monday, October 20, 2014
Terios 7 Wonders : [Day-10] Eksplorasi Keindahan Bawah Laut Wakatobi
Hari ke-10 ekspedisi Terios 7 Wonders edisi "Amazing Celebes Heritage" diawali dengan acara puncak yaitu dengan menghadirkan Daihatsu Terios yang sudah menjelajahi Sulawesi selama 10 hari dengan melintasi 6 propinsi dan 7 destinasi budaya di Bukit Cermin, yaitu suatu tempat indah di puncak Pulau Tomia. Dari atas puncak bukit ini terbentang keindahan secara luas hampir sepanjang kepulauan di Wakatobi ini. Laut berwarna biru di lautan lepas hingga berubah menghijau ketika mendekati pantai yang berwarna coklat muda.
Friday, October 17, 2014
Terios 7 Wonders : [Day-9] Selamat Datang di Wakatobi
Setelah delapan hari menjelajahi darat dan satu malam mengarungi laut, di hari ke-9 ini tim Terios 7 Wonders "Amazing Celebes Heritage" melakukan penerbangan menuju Wakatobi. Selain tim darat juga bergabung tim dari Jakarta yang terdiri dari tim Astra Daihatsu Motor (ADM), media dan satu travel blogger cantik Marischka Prudence. Jadi jika selama ini hanya ada 5 blogger laki-laki saja, kini ada sedikit penyegaran dengan adanya bloggerwati tadi.
![]() |
| 5 blogger + 1 bloggerwati siap eksplorasi Wakatobi |













